Mahasiswa Baru Menggali Semangat Baru: Resume 3 Materi hari 1- 2 Pkkmb


Mahasiswa Baru Menggali Semangat Baru: Resume 3 Materi hari 1 Pkkmb




*Materi 1 

Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa

Sebagai mahasiswa, penting untuk memulai belajar pengelolaan uang secara pintar. Warren Buffet menekankan bahwa investor adalah diri kita sendiri, sehingga kita harus memulai dari diri sendiri.

Di Indonesia, banyak pensiunan yang masih bergantung pada anak atau cucu untuk pendapatan. Untuk menghindari hal ini, kita perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan menjadi cerdas dalam mengelola keuangan.

Langkah-Langkah Penting

A. Siklus Investasi:
   
 1. Tujuan investasi

 2. Tentukan jangka waktu

 3. Kenali profil risiko

 4. Alokasikan investasi

 5. Tinjauan periodik

B. Menabung:

  1. Kunci awal kesejahteraan

  2. Melindungi aset dari inflasi

Mari kita bersama-sama belajar dan menjadi cerdas dalam mengatur keuangan untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan di masa kini dan masa tua.


*Materi 2

Mahasiswa Bebas Narkoba untuk Mendukung Generasi Rahmatan Lil Alamin Unusa

Sebagai mahasiswa baru, penting untuk memahami bahaya narkoba dan peran kita dalam mencegah penyalahgunaannya.

Apa itu Narkoba?

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkotika sendiri dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan penggunaannya.

Golongan Narkotika Terbagi menjadi 3:

1. Golongan 1: Hanya untuk penelitian, tidak untuk terapi.

2. Golongan 2: Digunakan sebagai pilihan terakhir dalam pengobatan.

3. Golongan 3: Memiliki daya ketergantungan ringan, bermanfaat untuk pengobatan.

Bahaya Narkoba

Adiksi atau ketergantungan narkoba adalah penyakit otak kronis yang bersifat kambuhan. Indonesia juga menjadi sasaran pemasaran narkoba karena kondisi geografis, pasar, dan demografinya.

Tujuan UUD.35 Narkotika

1. Menjamin ketersediaan untuk kesehatan dan ilmu pengetahuan.

2. Mencegah dan melindungi bangsa.

3. Memberantas peredaran gelap.



Mari Kita Bergerak!
Sebagai mahasiswa, memerangi narkoba adalah usaha kolektif yang membutuhkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat. Mari kita sama-sama mewujudan Mahasiswa bebas narkoba untuk mendapatkan generasi Rahmatan Lil Alamin Unusa.


*Materi 3

Mencetak Mahasiswa Sukses Berwirausaha

Berwirausaha membutuhkan beberapa hal penting untuk mencapai kesuksesan. Berikut adalah beberapa kunci sukses dalam berwirausaha:

A. Menentukan Target Pasar : 

Sebelum memulai usaha, cari target pasar yang tepat untuk mempermudah mencapai tujuan.

B. Sifat Penting dalam Berwirausaha:

1.Tekun
2.Optimis
3. Berani mengambil risiko
4. Loyalitas kepada konsumen

C. Membangun Loyalitas Konsumen: 

Fokus pada branding, kepuasan
konsumen, dan keuntungan yang seimbang.

D. Relasi dan Tim: 

1. Membangun relasi dan tim yang solid sangat penting dalam kesuksesan bisnis.

2. Menerima Saran dan Kritik: Selalu terbuka untuk saran dan kritik yang membangun untuk mengembangkan bisnis.

Kak Zahra Amelia Dewi Gunawan mengajarkan kita tentang konsistensi dalam berbisnis dan menjaga nilai akademik sebagai mahasiswa juga sangat penting. Dengan demikian, kita dapat mencapai kesuksesan dalam berwirausaha tanpa mengorbankan prestasi akademik.

Mahasiswa Baru Menggali Semangat Baru: Resume 3 Materi hari 2 Pkkmb 






Materi 1


Transformasi Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

Perguruan tinggi saat ini tengah mengalami perubahan besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari transformasi ini:

 1. Pembelajaran Digital dan Online
Perguruan tinggi memanfaatkan platform e-learning, MOOC, dan webinar untuk meningkatkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, sehingga meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.

2. Kurikulum Berbasis Teknologi
Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum menjadi kunci untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri 4.0. Program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri juga terus dikembangkan.

3. Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru
Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data. Fokus pada soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah juga menjadi prioritas.

4. Infrastruktur Digital dan Kampus
Peningkatan infrastruktur TI, seperti jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan perangkat lunak kolaboratif, menjadi penting untuk mendukung aktivitas belajar dan penelitian.

5. Kolaborasi dan Kemitraan Global
Kemitraan dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, dan startup untuk inovasi dan riset bersama menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

6. Pengukuran dan Evaluasi Berbasis Data
Penggunaan Learning Analytics untuk memonitor kemajuan mahasiswa dan meningkatkan proses pembelajaran menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

7. Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator dan Penggerak Revolusi Industri
Perguruan tinggi tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan. Pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Dengan demikian, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.




Materi 2


Generasi Muda: Garda Terdepan Anti Korupsi

Korupsi adalah masalah serius yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi.

A. Mengapa Generasi Muda Sangat Penting?

1. Masa Depan Bangsa:
Generasi muda akan menjadi pemimpin dan profesional yang menentukan arah Indonesia di masa depan.

2. Energi dan Inovasi: 
Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan dan mengawasi penyelenggara negara.

3. Pola Pikir Kritis: 
Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi.

4. Agen Perubahan: 
Generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi.

B. Integritas: Senjata Utama Generasi Muda

Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Bagi generasi muda, integritas berarti:

1. Kejujuran: Selalu berkata jujur dan bertindak jujur.

2. Konsistensi: Antara kata dan perbuatan selalu sejalan.

3. Tanggung Jawab: Memiliki rasa memiliki terhadap tugas dan peran.

4. Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil.

5. Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada tawaran suap atau praktik koruptif lainnya.

C. Bagaimana Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan Anti Korupsi?

1. Mulai dari Diri Sendiri: Tanamkan nilai integritas dan tolak praktik kecil yang mengarah ke korupsi.

2. Edukasi dan Kesadaran: Belajar aktif tentang dampak buruk korupsi dan regulasi anti korupsi.

3. Pemanfaatan Teknologi: Gunakan platform sosial media untuk mengawasi kinerja pemerintah dan menyebarkan informasi transparansi.

4. Pengawasan Partisipatif: Awasi lingkungan sekitar dan laporkan jika ada penyimpangan.

5. Menjadi Contoh dan Inspirasi: Tunjukkan prestasi tanpa korupsi dan berkarya untuk bangsa.

D. Tantangan yang Dihadapi

1. Budaya "Kenal Sama" dan "Cepat Selesai": Budaya yang mengutamakan koneksi dan jalan pintas masih kuat.

2. Ketidakpastian Masa Depan: Tekanan ekonomi dan persaingan kerja bisa mendorong beberapa pemuda mencari jalan mudah.


Jadi, Generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi. Dengan membangun dan menjunjung tinggi integritas sejak dini, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan. Mari generasi muda Indonesia bersatu dan menjadi perubahnya!





Materi 3




Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memiliki peran penting sebagai penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah.

A. Apa itu Aswaja An-Nahdliyah?

Aswaja An-Nahdliyah adalah paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, dengan ciri khas:

1. Keseimbangan (Tawazun): Berada di tengah, tidak ekstrem.

2. Moderasi (Tawassuth): Menghormati keberagaman mazhab dan mengutamakan dampak sosial.

3. Toleransi (Tasamuh): Membangun dialog antaragama dan budaya.

B. Peran Mahasiswa UNUSA

1. Penjaga Tradisi Keilmuan: Memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU.

2. Agen Moderasi Beragama: Menolak radikalisme dan ekstremisme, serta membangun dialog antaragama.

3. Pejuang Kemaslahatan Sosial: Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan mengadvokasi isu-isu kemanusiaan.

4. Inovator dalam Tradisi: Mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern.

C. Implementasi di Kampus UNUSA

1. Kurikulum: Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam dan Aswaja An-Nahdliyah.

2. Kegiatan Kemahasiswaan: Majelis Taklim, Lembaga Semi Otonom, dan Festival Budaya NU.

3. Kolaborasi dengan NU: Mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan PBNU atau PWNU Jawa Timur.

D. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah

1. Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional.

2. Disrupsi Digital: Menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya.


Mahasiswa UNUSA adalah kader peradaban yang dituntut untuk menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, mengimplementasikan prinsip moderat dan toleran, serta mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman. Mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelar Yudisium, FEBTD Unusa Lepas 145 Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja

Peran Mahasiswa Baru dalam Menguatkan Universitas Nahdlatul Ulama